Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unram Gelar Literasi ‘Stop Bullying’ di SDN 1 Gerung Utara

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unram Gelar Literasi ‘Stop Bullying’ di SDN 1 Gerung Utara

GERUNG — Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) mengambil langkah nyata untuk menekan angka perundungan di lingkungan sekolah. Melalui program literasi bertajuk “Stop Bullying”, para mahasiswa ini mengajak siswa SDN 1 Gerung Utara untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental dan karakter positif, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 siswa kelas IV ini lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap maraknya kasus bullying. Tak sekadar teori, materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna anak-anak, lengkap dengan contoh kasus yang sering ditemui di sekolah.

“Kami ingin menumbuhkan sikap saling menghargai dan empati. Siswa harus berani menolak segala bentuk perundungan dalam keseharian mereka,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN Unram.

Menariknya, edukasi ini tidak membosankan karena dipadukan dengan permainan kreatif. Mahasiswa mengajak siswa membuat kolase dari sampah plastik. Selain melatih kerjasama tim, aktivitas ini juga menjadi sarana mengenalkan pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni sederhana.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang acara. Mereka aktif berinteraksi dan mengikuti setiap instruksi permainan edukatif yang disajikan.

Kepala SDN 1 Gerung Utara menyambut baik inisiatif mahasiswa Unram ini. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya bullying sangat krusial untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Kami berharap setelah ini siswa dapat lebih saling menghormati dan tidak ada lagi perilaku bullying di sekolah,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi edukasi karakter dan pemanfaatan limbah ini, mahasiswa KKN Unram berharap SDN 1 Gerung Utara dapat menjadi pelopor lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang siswa secara positif.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *