♻️ KEREN! Mahasiswa KKN Unram Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk di Desa Mekar Bersatu, Dukung NTB Zero Waste!

♻️ KEREN! Mahasiswa KKN Unram Ubah Limbah Dapur Jadi Pupuk di Desa Mekar Bersatu, Dukung NTB Zero Waste!

BATUKLIANG — Persoalan sampah rumah tangga yang selama ini hanya dibakar atau dibuang sembarangan di Desa Mekar Bersatu, Lombok Tengah, kini mulai menemukan solusinya. Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram (Unram) hadir membawa gebrakan melalui program “Zero Waste” untuk mengedukasi warga mengelola sampah dari dapur sendiri.

Selama ini, sisa aktivitas dapur dan sampah plastik di desa tersebut masih dikelola secara konvensional. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah organik bisa menjadi barang bernilai ekonomis.

Gandeng DLHK NTB Tak tanggung-tanggung, untuk menyukseskan program ini, para mahasiswa menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB. Bertempat di Kantor Desa Mekar Bersatu pada 12 Januari 2026 lalu, sosialisasi ini menghadirkan Yayuk Wahyuni, S.Hut sebagai narasumber ahli.

“Kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah bukan cuma masalah, tapi bisa jadi berkah kalau dikelola dengan konsep Zero Waste,” ujar salah satu mahasiswa KKN Unram.

Ibu-Ibu PKK Belajar Buat Pupuk Cair Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga dan anggota PKK. Mengapa? Karena “manajer sampah” sesungguhnya di rumah adalah para ibu. Dalam praktik langsung, para ibu diajarkan cara menyulap limbah organik seperti sisa sayuran dan dedaunan menjadi pupuk kompos cair.

Hasilnya pun nyata! Kini warga bisa memproduksi pupuk cair sendiri yang sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah tanpa harus membeli pupuk kimia.

Harapan Untuk Desa Melalui aksi nyata ini, mahasiswa KKN-PMD Unram berharap Desa Mekar Bersatu bisa menjadi contoh desa mandiri sampah di Lombok Tengah. Tak ada lagi asap pembakaran sampah yang mengganggu kesehatan, berganti dengan pekarangan hijau yang subur berkat pupuk organik hasil olahan sendiri.

Langkah kecil dari Desa Mekar Bersatu, dampak besar untuk NTB yang lebih asri!

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *