LOMBOK TENGAH, isilombok.id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kehormatan ke Pondok Pesantren Qamarul Huda, Desa Bagu, Lombok Tengah, pada Sabtu (7/2/2026). Kunjungan ini menjadi simbol pentingnya kolaborasi antara kekuatan pertahanan negara dengan institusi pendidikan Islam dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie disambut secara khusus oleh pengasuh utama Ponpes Qamarul Huda, Tuan Guru Haji (TGH) L. M. Turmudzi Badaruddin. Pertemuan antara tokoh militer dan ulama besar ini berlangsung hangat, membahas peran strategis pesantren dalam peta pertahanan nasional.
Meneladani Kiprah Tuan Guru Bagu dan Perannya di PBNU
Sosok TGH L. M. Turmudzi Badaruddin, atau yang akrab disapa Tuan Guru Bagu, merupakan figur sentral dalam sejarah perkembangan Islam di Nusa Tenggara Barat. Beliau bukan hanya dikenal sebagai pendidik, tetapi juga tokoh ulama yang memiliki pengaruh luas di level nasional. Saat ini, Tuan Guru Bagu mengemban amanah sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Posisi sebagai Mustasyar (penasihat senior) di PBNU menegaskan kapasitas beliau sebagai rujukan spiritual dan organisatoris bagi jutaan warga Nahdliyin. Kiprah beliau selama puluhan tahun dalam membina umat dan menjaga kerukunan di NTB menjadikan sosoknya sebagai teladan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan semangat nasionalisme.
Sinergi Ulama dan Umara untuk Ketahanan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa pertahanan negara yang hakiki tidak hanya dibangun melalui kekuatan fisik atau persenjataan, tetapi juga melalui ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Di sinilah, menurut Menhan, peran pesantren menjadi sangat krusial.
“Ulama dan pesantren adalah bagian integral dari sejarah perjuangan bangsa. Sinergi ini sangat krusial untuk memastikan ketahanan nasional kita tetap kokoh dari akar rumput,” tegas Menhan Sjafrie.

Sjafrie juga menambahkan bahwa kehadiran pesantren seperti Qamarul Huda berfungsi sebagai laboratorium pembentukan karakter yang nasionalis. Ia menilai bahwa para santri yang memiliki landasan agama yang kuat dan kecintaan pada tanah air adalah aset terbesar pertahanan semesta yang dimiliki Indonesia.
Dialog Kebangsaan dan Doa untuk Kedaulatan Negara

Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu sore ini juga diisi dengan diskusi mengenai pentingnya menjaga kondusivitas wilayah, khususnya di Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari stabilitas nasional. Menhan mengapresiasi langkah-langkah Tuan Guru Bagu yang selama ini konsisten menyuarakan kedamaian dan moderasi beragama.
Bagi Kementerian Pertahanan, menjalin silaturahmi dengan ulama karismatik merupakan langkah strategis untuk mendengar langsung aspirasi dari tokoh masyarakat yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh TGH L. M. Turmudzi Badaruddin. Beliau mendoakan agar bangsa Indonesia senantiasa dijauhkan dari perpecahan dan para pemimpinnya senantiasa diberikan bimbingan dalam menjaga kedaulatan serta keselamatan seluruh rakyat Indonesia.


